seorang perempuan mengeluh;"dia berubah begitu cepat,
perilakunya sangat jauh dari seorang lelaki
yg mencintai dengan kesungguhan"

wanita itu meneteskan air mata
sambil terisak meneruskan kata-katanya;
"ia telah telah merenggut harga diriku,
lalu mencampakan dan menjadikanku sampah
dari perilakunya.
aku tidak pernah merasakan sakit yang teramat begini,
kebahagiaanku telah mati bersama dusta yang diberikannya.

setelah seluruh bumi memberikanku senyuman
bersama lantunan zikir dalam setiap waktu,
ketika sekuntum bunga cinta menghampiriku.
karena puisi-puisi penuh pengharapan dia gemakan,
dan lagu keteguhan yang didendangkannya..

kini seluruh bumi itu seakan menertawakanku,
setiap sudut ruang hidupku seakan menjelma
menjadi padang pasir kering dan panas,
jiwaku hangus, terbakar kepalsuan janjinya"

dengan kesombongann kukatakan;
"itulah cinta, tak akan hadir keindahan
jika puisi-puisi tentang keanggunanmu tak tergemakan.
tak akan hadir keyakinan,
jika lagu keteguhan tak ia dendangkan.

itulah cinta,
engkau tak akan merasakan seluruh isi bumi menertawaimu,
jika gelora asmara tak engkau rasakan.

kau sadar bahwa geliat kasih sayang yang kau rasakan
adalah arah kapal dirimu yang diarahkan layar perasaanmu,
karena tiupan angin yang tercipta dari pintu pesonanya.
kau lebih memilih meninggalkam kemudi dirimu,

adalah akal, seharusnya menjadi pembimbing kapal dirimu
dalam kehadirannya yang meruntuhkan benteng pertahanan,
dari kerinduan jiwamu pada buaian sang dambaan hati..

telah hadir di waktumu,
saat ia melahirkanmu dalam dunia selimut cinta sejati.
saat ia membnuhmu dengan belati cinta penuh noda.

mari, genggam tanganku..
aku menyenangi mereka yang telah merasakan pahitnya empedu cinta.
kita akan berbagi cerita lebih jauh,
tentang dunia cinta dua insan manusia dalam kepalsuan kata-kata.

bahwa ketidakmampuan menangkap kemestian setiap janji
adalah kelemahan kita sebagai debu-debu yang dihempaskan badai.

aku mungkin tak mampu menyembuhkan luka hatimu,
biarkan darah dari luka itu mengalir..
agar para lelaki tahu bahwa ia telah mampu menghirup dunia
karena darah dari luka yang mereka ciptakan itu.."

makassar, 22 Juli 2009
Baca Selengkapnya...

dan jangkrik malam bernyanyi
mendendangkan kesunyian malam
engkau hadir dalam senyum manis
menyapaku dalam kegelapan

tak takutkah kau sayang??
aku hampir tenggelam dalam kegelapan ini
malam yang semakin membuatku takut
memerkosa akalku dalam kelamanya

tak ragukah kau wahai puteri beningku??
diri ini telah kehilangan harapan
untuk sebuah kehidupan yang kita impikan
seperti yang telah terlukis dahulu

tamalanrea, 10 Juni 2009
Baca Selengkapnya...

gemulai melangkah menghampiriku
seperti melantunkan syair-syair cinta
terbangkan anganku ke awan biru
meraih teduh singgasana surga

melayang ringan di hembus angin
terombang-ambing panas hatiku
menghilang bersama debu jalanan
jauh, terbawa arus kecemasan

aku membisu..
berpaling dari semua kepastian
menutup telinga dari ocehan hampa
hingga dia kembali hadir menyapaku

tamalanrea, 08 Juni 2009
Baca Selengkapnya...

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakrawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam hiasan terindah.
Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
di telinganya, dan dia memelukku penuh damba

Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan

Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doa

Seribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
Namun tiada aku bakal binasa.
Baca Selengkapnya...

About

Seperti yang mungkin anda pikirkan, seorang bodoh yang merenung di tengah padang dunia. Menangkap warna warninya dan menyimpannya dalam kantung rangkaian kalimat tergores

Pesan


ShoutMix chat widget